Sabtu, 21 Agustus 2010

sisi Neoliberal cafta

11 ramadhan 1431/21 agustus 2010

Posting kali ini masih ada kaitannya dengan tulisan kemarin, ya posting yang masih berkaitan dengan skripsi. Isi dari tulisan kali ini saya berusaha mengupas bagian mananya yang neoliberal dari cafta??, terus masuk neoliberal jenis apa cafta ini??

yup, setelah kemarin saya mencari tau sejarah cafta, dari sana didapat bahwa cafta adalah suatu perjanjian perdagangan antara ASEAN dengan China, dimana intinya adalah dengan diberlakukannya perjanjian ini maka hambatan-hambatan buatan manusia seperti bea masuk, pajak dan lain–lain akan dikurangi secara bertahap dan dihilangkan sehingga akan mempermudah arus distribusi barang untuk sampai pada konsumen, tentu saja hal ini ada sisi positif dan negatif, ada yang setuju ada yang tidak setuju/ pro vs kontra, sisi positifnya adalah nantinya masyarakat kita akan mendapatkan berbagai pilihan barang yang semakin kompetitif dan peluang untuk ekspor sangat terbuka lebar, sisi negatifnya banyak UKM-UKM yang belum siap bersaing dengan produk-produk dari cina dengan alasan, listrik, jalan, cost untuk mengirim barang, pelabuhan, bunga kredit perbankan, dan lain-lain, masih belum mendukung usaha-usaha kecil di negeri kita agar dapat bersaing nantinya, selalu ada pro kontra bila suatu kebijakan akan diterapkan, layaknya dua sisi mata uang, ada kebijakan disitu ada pro dan kontra. Kembali ke pokok bahasan yaitu tentang neoliberal cafta, postingan kali ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu: dimulai dengan apa itu neoliberal, kemudian jenis-jenis neo liberal, dan yang terakhir sisi sebelah mana yang menjadikan cafta dikatakan neoliberal.

Apa itu neoliberal?

Akhir-akhir ini di koran-koran, berita di tv, hingga artikel-artikel di internet sering menyandingkan kata neoliberal dengan perdagangan bebas, ekonomi, pasar, atau bahkan dalam salah satu artikel ada yang mempertentangkan neoliberlisme vs ekonomi kerakyatan. Sekilas mungkin arti neoliberal ini ada kaitannya dengan kebijakan ekonomi atau paling tidak mempunyai arti yang bersinggungan dengan kebijakan perdagangan, karena masih mungkin/ masih menduga-duga kalau gitu saya cari rujukannya yang bisa dipercaya. Setelah saya nyari-nyari rujukannya didapat sebagai berikut:

  1. Paham ini memfokuskan pada pasar bebas. (What is Neoliberalism?" Dag Einar Thorsen and Amund Lie)
  2. merobohkan hambatan untuk perdaganganinternasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara danmodernisasi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi. (International Chamber of Commerce Policy and Business Practices)
  3. Di Inggris, Keith Joseph menjadi arsitek "Thatcherisme". Reaganomics atau Reaganisme menyebarkan retorika kebebasan yang dikaitkan dengan pemikiran Locke, sedangkan Thatcherisme mengaitkan dengan pemikiran liberal klasik Mill danSmith. Walaupun sedikit berbeda, tetapi kesimpulan akhirnya sama: Intervensi negara harus berkurang dan semakin banyak berkurang sehingga individu akan lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang akhirnya disebut sebagai "Neoliberalisme". (http://id.wikipedia.org/wiki/Neoliberalisme)
  4. Neoliberalis : Percaya bahwa suatu institusi dapat mengubah perilaku suatu negara, namun bukan identitas dan kepentingan,Suatu proses dapat menghasilkan suatu kerjasama,aktor(negara) membuat struktur(institusi dan norma-norma, budaya). Kenneth Waltz: Reflections on Theory of International Politics (1986), Theory of International Politics (1979)

Jenis-jenis Neoliberal

lain ladang lain belalang, lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya. Mungkin pepatah ini cocok dengan banyaknya pandangan-pandangan dalam suatu teori, pendapat si anu bisa sependapat dengan si anu, demikian juga sebaliknya pendapat si X bisa bertentangan keras dengan si Y, begitu juga dengan yang dialami makhluk atau temuan atau pandangan atau apa sajalah sebutan yang pantas buat neoliberalisme, hanya saja di sini saya nggak akan mempertentangkan pandangan ini, hanya ingin membagi-bagi saja jenis-jenis neoliberalisme menurut beberapa ahli ceunah:

  1. Katanya David Baldwin ada 4 jenis neoliberalisme: (saya ambil dari sini dengan pengubahan seperlunya)

    1. Commercial Liberalism: mengkampanyekan perdagangan bebas dan pasar bebas sebagai cara menciptakan kedamaian yang di dukung oleh institusi global serta Multinational Corporation.
    2. Republican Liberalism: negara-negara demokratis yang lebih menghargai hak-hak warga negaranya dan cenderung tidak ingin mengambil kebijakan perang dengan sesama negara demokratis adalah pandangan yang di miliki oleh republican liberalism, di mana pendapat ini sering pula di sebut sebagai democratic peace theory.
    3. Sociological Liberalism: memandang bahwa adanya interdependence dalam komunitas sebagai elemen yang sangat penting. Aktivitas-aktivitas transnasional yang banyak terjadi dimana sangat sulit bagi negara untuk mencegah terjadinya kerjasama dengan negara tetangganya. Pandangan ini dianggap muncul untuk menjawab proses globalisasi di tengah-tengah masyarakat serta tingginya kegiatan kerjasama transnasional.
    4. NeoLiberal Institutionalism: menyarankan bahwa cara untuk menciptakan kedamaan dan kesejahteraan adalah dengan menciptakan wadah bagi negara-negara beserta sumber dayanya bahkan menyerahkan sebagian kedaulatan negara agar tercipta sebuah komunitas yang terintegrasi dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memecahkan masalah yang muncul pada tingkat regional.
  2. Kali ini Neoliberalisme dipilah berdasarkan pendekatan kontekstual yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain internasionalisme liberal, idealisme, dan institusionalisme liberal. (saya ambil dari sini dengan pengubahan seperlunya)
    1. Liberal internationalism, katanya Richard Cobden, percaya bahwa ‘progress of freedom’ didapatkan dengan kontak terhadap orang lain di seluruh dunia, lewat ketelatenan di bidang perdagangan atau perjalanan wisata, sehingga didapatkan sebuah bentuk keteduhan hubungan internasional
    2. Idealism, yang muncul pada era awal abad 20 juga dimotivasi oleh keinginan menghindari perang. Kaum idealis tidak meyakini bahwa ketelatenan di bidang perdagangan atau perjalanan wisata dapat membawa perdamaian. J.A. Hobson meyakini bahwa imperialisme adalah biang keladi perang dalam politik internasional. Akan tetapi mereka tetap meyakini bahwa power opini publik dunia masih mampu untuk menjinakkan kepentingan masing-masing negara.
    3. Liberal institutionalism, menjadi penerus idealism yang telah mati pasca luruhnya LBB. PBB atau organisasi internasional lainnya menjadi lembaga fungsional lain selain negara, di mana fungsi-fungsi tersebut tidak dapat dijalankan negara. Ini menjadi katalis terbentuknya teori integrasi di Uni Eropa dan teori pluralisme di AS. Pada tahun 70 an.

Yup sebenernya masih ada lagi pendapat-pendapat orang lain tentang jenis-jenis neoliberalisme, tapi maksud tulisan ini ingin mengantarkan pembaca secara garis besar pendapat ‘neoliberal’ ini masih dibagi-bagi dalam jenis-jenis yang berbeda. Dari jenis-jenis neoliberal yang ada tadi, ada satu jenis neoliberal yang saya gunakan format bold/ huruf tebal pada tulisannya, jenis itu adalah neoliberal institutionalism/ liberal institutionalism, ya jenis ini saya anggap paling cocok untuk ‘membaca’ cafta, secara garis besar jenis ini membolehkan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis (pembentukan cafta ini), menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer. Sehingga sudah jelas bahwa sisi neoliberalisnya cafta ini ada pada proses dan implementasi perjanjian ini yang mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum, neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan intervensi pemerintah, dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan.


Setelah membaca uraian diatas apakah sebenarnya kerja pemerintah menangani implementasi cafta ini? hubungannya dengan skripsi yang sedang saya tulis yaitu mekanisme seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk menemukan jalan terbaik dari implementasi cafta ini. Terlepas dari pro kontra implentasi cafta, harapan saya semoga pemerintah menemukan solusi untuk masalah ini, yang kemudian bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Ya semoga penulisan skripsi ini berjalan dengan baik.


Gambar diambil dari sini, sini dan sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar